Ini adalah jum'at terberat ke-entahlah yang pernah aku alami. Aku baru menyadari adanya konspirasi terselubung antara berat badanku dan gravitasi bumi untuk membuat pergerakanku semakin lambat. Tapi bukan ini yang mengusik minggu terakhirku di bulan Desember. Aku diburu sekomplotan pemuda yang cukup nggak misterius, yang mengaku sebagai utusan dari KNPI kabupaten. Teknisnya, aku resmi berstatus buron selama seminggu ini.
Dengan gigihnya, mereka terus neror dengan ngirimin sms spam yang berisi ajakan untuk rapat ini-itu. Apa yang bisa aku lakuin? Aku ngarang cerita. Aku tau suatu saat kebusukanku ini bakal kebongkar. Dan hari itu adalah hari kemarin...
Aku nggak yakin bisa menceritakan kronologis transformasiku dari seorang pengarang cerita menjadi seorang calo tiket nonton tinju, tapi aku bisa ngitung itu terjadi hanya dalam kurun waktu 0.5 x 24 jam. 15 tiket harus aku serahin ke Pak Lurah jum'at ini dan aku bisa selamat dari kutukan ini. Gampang banget, kan? Nggak juga. Kantor tutup karena lagi cuti bersama. Rumah Pak Lurah? Kosong. Kombinasi sempurna untuk membuatku merasa apes. Puas kalian? Puas, Pak?
Karena deadline mepet, desperately, aku jual tiket ini manual layaknya agen MLM yang lagi berusaha menjerat korbannya.
Soriiii.. banget buat pihak-pihak yang udah aku usik ketenangan hidupnya. Aku bersumpah, nggak akan nglakuin ini lagi..
Kecuali kalo kepepet.
Wasn't it extraordinary to be in the world right now? Wandering around in a wonderful adventure...
Friday, December 26, 2014
Sunday, November 30, 2014
Zodiak di Kelas
Pagi itu, Taurus telat masuk kelas 15 menit. Karena nggak pinter bikin-bikin alesan telat yang bagus ke pak guru, akhirnya dia memutuskan untuk duduk aja. Sepertinya, Taurus udah ketinggalan banyak, karena pas dia liat, Capricorn sama Aquarius lagi serius debatin tentang keberadaan alien. Pisces mengaku pernah diculik alien sebelumnya, jadi jelas dia belain Aquarius dalam pertempuran debat kali ini. Libra sebenernya pengen banget nimbrung, tapi Leo nggak henti-hentinya godain dia. Sementara itu, Scorpio berusaha nakut-nakutin Cancer dengan mengklaim bahwa dia sebenernya alien dalam penyamaran. Aries sendiri udah cukup sekarat dengan semua omong kosong ini dan ngajakin Sagittarius main pesawat-pesawatan dari kertas bekas ulangan matematika mereka yang dapet nilai 2, di belakang kelas. Dengan gugup, Virgo mengangkat tangan dan ngingetin ke teman-temannya kalo harusnya mereka diskusi tentang Perang Saudara. Alangkah bahagianya Gemini yang pada hari itu lagi bolos.
(Oleh: anonim. Diterjemahkan dengan sedikit perubahan)
(Oleh: anonim. Diterjemahkan dengan sedikit perubahan)
Monday, October 20, 2014
Review Lagu: The Everly Brothers - Let It Be Me
Gimana ya rasanya hidup di akhir taun 40-an? Aku bisa bayangin 15 taun setelah itu, jadi fans nomer satu-nya The Everly Brothers, pasti merupakan kekerenan tersendiri.
"Everly yang mana ya, kira-kira, yang ntar bakal aku nikahi?" pikirku, seandainya aku hidup di taun itu.
Bodo, ya? Waktu-waktu bodo kayak gini biasanya kita alami pas masih remaja. Eniwe, ada satu lagu mereka yang cukup nge-hit di masa itu. Judulnya Let It Be Me. Gak tau ada berapa versi, tapi yang aku punya di playlist adalah versinya Phil Everly. Judul asli lagu ini Je T'Appartiens yang ditulis oleh Gilbert Bécaud dan Pierre Delanoe, yang di-inggris-in ama Manny Curtis. Tapi serius deh, berapa banyak orang sih yang peduli ama penulis lagu? Gak bakal ditanyain polisi lalu lintas pas razia SIM juga kan?
Lagu ini cukup simpel, mungkin itulah sebabnya Bob Dylan, Elvis Presley, Rod Stewart, Kenny Rogers.. ikut-ikutan ngoverin lagu ini, walopun jadinya cukup... ehm.. awful (terutama versi Bob Dylan. Just.. ewww, aneh gimanaaa gitu. Please janji, jangan dengerin versi Bob Dylan... )
Karena kesuksesan lagu ini jadi lagu pengantar istirahat siangku, maka dengan ini aku kasih rating.... 4,75980 out of 5!!!!! (secara, aku hard marker yang nggak pernah kasih nilai sempurna. Jadi ketika aku kasih nilai mendekati sempurna, itu berarti udah bagus banget). Lumayan keren, kan? Padahal liriknya biasa aja.
Kurang lebih kayak gini liriknya (versi Phil Everly):
Say you'll always...
Let it be me
Tapi yaudahlah, aku lagi bermurah hati. Satu lagi, kalo kamu seorang melo-loner (istilah kayak gini ada gak sih), gak disaranin banget dengerin lagu ini. Takutnya, semakin terjerumus ke jurang ke-loner-an dan termotivasi untuk bunuh diri. Bukan apa-apa, aku cuma males terlibat aja atas kemalangan yang mungkin akan menimpamu.
"Everly yang mana ya, kira-kira, yang ntar bakal aku nikahi?" pikirku, seandainya aku hidup di taun itu.
Bodo, ya? Waktu-waktu bodo kayak gini biasanya kita alami pas masih remaja. Eniwe, ada satu lagu mereka yang cukup nge-hit di masa itu. Judulnya Let It Be Me. Gak tau ada berapa versi, tapi yang aku punya di playlist adalah versinya Phil Everly. Judul asli lagu ini Je T'Appartiens yang ditulis oleh Gilbert Bécaud dan Pierre Delanoe, yang di-inggris-in ama Manny Curtis. Tapi serius deh, berapa banyak orang sih yang peduli ama penulis lagu? Gak bakal ditanyain polisi lalu lintas pas razia SIM juga kan?
Lagu ini cukup simpel, mungkin itulah sebabnya Bob Dylan, Elvis Presley, Rod Stewart, Kenny Rogers.. ikut-ikutan ngoverin lagu ini, walopun jadinya cukup... ehm.. awful (terutama versi Bob Dylan. Just.. ewww, aneh gimanaaa gitu. Please janji, jangan dengerin versi Bob Dylan... )
Karena kesuksesan lagu ini jadi lagu pengantar istirahat siangku, maka dengan ini aku kasih rating.... 4,75980 out of 5!!!!! (secara, aku hard marker yang nggak pernah kasih nilai sempurna. Jadi ketika aku kasih nilai mendekati sempurna, itu berarti udah bagus banget). Lumayan keren, kan? Padahal liriknya biasa aja.
Kurang lebih kayak gini liriknya (versi Phil Everly):
I bless the day I found you
I want to stay around you
Now and forever
Let it be me
I want to stay around you
Now and forever
Let it be me
Don't take this Heaven from one
If you must cling to someone
Now and forever
Let it be me
If you must cling to someone
Now and forever
Let it be me
Each time we meet, love
I find complete love
Without your sweet love
What would life be?
I find complete love
Without your sweet love
What would life be?
So never leave me lonely
Say that you love me only
And that you'll always
Let it be me
Say that you love me only
And that you'll always
Let it be me
Tapi yaudahlah, aku lagi bermurah hati. Satu lagi, kalo kamu seorang melo-loner (istilah kayak gini ada gak sih), gak disaranin banget dengerin lagu ini. Takutnya, semakin terjerumus ke jurang ke-loner-an dan termotivasi untuk bunuh diri. Bukan apa-apa, aku cuma males terlibat aja atas kemalangan yang mungkin akan menimpamu.
Thursday, October 2, 2014
Tips Menjawab Pertanyaan Mr.Know-It-All
Gausah nyangkal. Semua orang pernah kejebak dalam satu momen surem dimana mereka ngrasa dihukum dengan khotbah kilat yang bertubi-tubi oleh Tuan Pinter. Kadang-kadang mereka nanya hal yang jelas-jelas nggak ada jawabannya. Kadang-kadang juga mereka nanya pertanyaan yang mereka tau kalo kita nggak tau jawabannya, cuma buat mempecundangi kita. Berikut ini beberapa tips ngejawab pertanyaan mereka dalam bentuk ilustrasi simpel:
Tuan Pinter: (pas papasan di jalan) woy! Kemana aja sih! Tadi gue mampir ke rumah lo, tapi lo gada. Gila, gue nunggu se jam, tau gak sih! Itu belum termasuk pas gue ngetok pintu, mencet bel, miskol hp lo, ama.. teriak-teriak manggil nama lo. Jadi gue total kira-kira.. sejam lebih tujuh lima menit tiga perempat detik. Lo ngerti gak sih kalo itu durasi-menununggu-orang terlama yang pernah tercatat dalam sejarah hidup gue? Lo mikir, dong! Otak lo dimana sih?
Kamu: hehe...
Tuan Pinter: eh, lo tau gak sih kalo kita nulisin kuadrat dari binomial (x – 5)2 = 24 menjadi bentuk panjangnya, kita bisa dapet x2 – 10x + 25 = 24?
Kamu: mungkin.
Tuan Pinter: menurut gue gak etis banget kalo sebuah negara demokrasi gak nglibatin rakyat secara langsung dalam pemilihan kepala daerah. Itu udah nglanggar prinsip demokrasi itu sendiri. Gue yakin banget, yang gak setuju ama pilkada langsung itu cuma sekumpulan manusia serakah yang haus jabatan.
Kamu: oh.
Tuan Pinter: (pas di kantin) kemaren gue ngajak si Surti jalan. Seru banget, akhirnya kita gowes bareng. Kita bahkan sempet nyoba bandingin gaya sentripetal roda sepeda gue yang berjari-jari 50 cm ama roda sepedanya yang jari-jarinya 40cm. Kalo kecepatannya sama-sama 2 m/s, menurut lo perbandingan gaya sentripetal roda gue dan roda dia berapa banding berapa?
Kamu: OK.
Tuan Pinter: oya, barusan gue bakar rumah lo. Gak ada satupun keluarga lo yang selamat, termasuk kucing lo. Sori. Gak sengaja.
Tuan Pinter: (pas papasan di jalan) woy! Kemana aja sih! Tadi gue mampir ke rumah lo, tapi lo gada. Gila, gue nunggu se jam, tau gak sih! Itu belum termasuk pas gue ngetok pintu, mencet bel, miskol hp lo, ama.. teriak-teriak manggil nama lo. Jadi gue total kira-kira.. sejam lebih tujuh lima menit tiga perempat detik. Lo ngerti gak sih kalo itu durasi-menununggu-orang terlama yang pernah tercatat dalam sejarah hidup gue? Lo mikir, dong! Otak lo dimana sih?
Kamu: hehe...
Tuan Pinter: eh, lo tau gak sih kalo kita nulisin kuadrat dari binomial (x – 5)2 = 24 menjadi bentuk panjangnya, kita bisa dapet x2 – 10x + 25 = 24?
Kamu: mungkin.
Tuan Pinter: menurut gue gak etis banget kalo sebuah negara demokrasi gak nglibatin rakyat secara langsung dalam pemilihan kepala daerah. Itu udah nglanggar prinsip demokrasi itu sendiri. Gue yakin banget, yang gak setuju ama pilkada langsung itu cuma sekumpulan manusia serakah yang haus jabatan.
Kamu: oh.
Tuan Pinter: (pas di kantin) kemaren gue ngajak si Surti jalan. Seru banget, akhirnya kita gowes bareng. Kita bahkan sempet nyoba bandingin gaya sentripetal roda sepeda gue yang berjari-jari 50 cm ama roda sepedanya yang jari-jarinya 40cm. Kalo kecepatannya sama-sama 2 m/s, menurut lo perbandingan gaya sentripetal roda gue dan roda dia berapa banding berapa?
Kamu: OK.
Tuan Pinter: oya, barusan gue bakar rumah lo. Gak ada satupun keluarga lo yang selamat, termasuk kucing lo. Sori. Gak sengaja.
Kamu: yup.
And the list goes on...
And the list goes on...
Wednesday, October 1, 2014
7 Langkah Cepat Menjadi Kuper (untuk Pemula)
Setelah melalui pertapaan yang cukup panjang dan melelahkan, aku putusin buat nulis ini. Gak bisa dipungkiri lagi, kuper adalah tren baru. Melihat perkembangan budaya kuper yang semakin marak di dunia kita, aku
sebagai orang yang pernah punya pengalaman di bidang perkuperan tergerak
untuk berbagi. Tentu saja aku nulis ini dari sudut pandang orang kuper. Buat kamu yang udah kuper dari lahir(?), kayaknya gak perlu lagi panduan apapun, aku yakin kalian udah cukup pro. Semoga tujuh tips singkat ini bisa "bermanfaat"(?) buat kalian yang baru akan menjalani hidup baru sebagai seorang kuper:
1. Pastikan kamu punya satu obsesi yang bisa kamu fanatik-in. Kamu bisa pilih antara: game, gadget pinter, buku (dianjurkan buku komik atau manga), atau apa aja yang bisa bikin kamu betah di rumah. Kalo perlu, undang temen kamu (yang punya minat sama) ke rumah. Dengan begitu kamu gak perlu ketemu orang-orang asing yang nggak penting. Apalagi olahraga dan main musik. Apa itu? Cuma homo yang nglakuin itu.
2. Stay up-to-date. Ikuti terus perkembangannya. Jangan ragu buat ngabisin duitmu buat beli barang-barang yang berhubugan dengan obsesi kamu. Kamu ngrasa butuh buat beli iphone 6? Kamu layak mendapatkannya. Kamu harus punya dong, kalo enggak kamu bakal dibilang gaptek. Kamu berhak membahagiakan diri kamu dengan benda-benda itu. Hidup cuma sekali, bersenang-senanglah sekarang!
3. Mulailah berpikir kalo kamu unik dan beda dari yang lain. Yep. Kamu unik dengan segala skill dan pengetahuanmu tentang obsesimu. Kamu tau banget soal manga terbaru yang lagi populer? Kamu pinter banget main game? Bagus, tingkatkan lagi. Jadilah orang yang tau segalanya dengan memperbanyak frekuensi baca buku dari pada kelayapan bareng temen-temenmu yang nggak jelas. Bodo amat mereka bilang kamu anti-sosial. Kamu cuma gak nyaman nongkrong bareng mereka yang berbeda minat atau hobi. Pas nulis status di media sosial atau ngomong langsung, pilihlah kosa kata ilmiah asing dari pada kosa kata biasa (yang sama sekali nggak keren). Orang lain yang gak suka kamu itu sebenernya cuma sirik dan pengen kayak kamu. Mereka cuma iri karena kamu lebih pinter dari mereka. Mereka gak suka liat kamu seneng.
4. Jadikan pandanganmu tentang hidup sebagai tolok ukur untuk menilai orang lain. Mulai sekarang, jadikan "don't judge a book by its cover" sebagai motto mu. Emang bener, kan? Persetan aja ya, ama mereka yang cuma liat kamu dari penampilan luar kamu. Gak penting banget. Yang penting inner beauty kamu. Penampilan luar mereka itu menipu. Buat apa berpenampilan bagus tapi gak punya otak? Gak ada intinya.
5. Habiskan lebih banyak waktu dengan obsesimu. Jangan berhenti buat istirahat, makan atau mandi sebelum kamu selesai main atau baca. Obsesimu yang lebih penting. Kamu bisa ngembangin bakat dari situ dan siapa tau aja suatu saat kamu bisa sehebat Steve Jobs? Kalo enggak pun, paling enggak kamu bisa mecahin rekor main-game-tak-terkalahkan mu sendiri.
6. Berbanggalah dengan keahlianmu, apapun itu. Kamu wajib berbangga kalo kamu bisa ngalahin semua musuhmu di game. Umumkan di depan temen-temenmu kalo kamu udah punya gadget terbaru. Ceritain serunya komik-komik yang pernah kamu baca (lebih afdolnya, yang lagi ngetren) ama 'grup' kamu. Mungkin kamu akan perlu membentuk sebuah komunitas pecinta game atau manga, dan penggila gadget tertentu (gak harus sih, cuman buat jaga-jaga aja kalo masih ada yang ngeraguin kekuperanmu)
7. Tetap teguh dan pertahanin obsesimu sampe kiamat! Inget. Ini yang terpenting kalo kamu ngaku fans sejati.
Selamat! Kamu resmi kuper! ;)
1. Pastikan kamu punya satu obsesi yang bisa kamu fanatik-in. Kamu bisa pilih antara: game, gadget pinter, buku (dianjurkan buku komik atau manga), atau apa aja yang bisa bikin kamu betah di rumah. Kalo perlu, undang temen kamu (yang punya minat sama) ke rumah. Dengan begitu kamu gak perlu ketemu orang-orang asing yang nggak penting. Apalagi olahraga dan main musik. Apa itu? Cuma homo yang nglakuin itu.
2. Stay up-to-date. Ikuti terus perkembangannya. Jangan ragu buat ngabisin duitmu buat beli barang-barang yang berhubugan dengan obsesi kamu. Kamu ngrasa butuh buat beli iphone 6? Kamu layak mendapatkannya. Kamu harus punya dong, kalo enggak kamu bakal dibilang gaptek. Kamu berhak membahagiakan diri kamu dengan benda-benda itu. Hidup cuma sekali, bersenang-senanglah sekarang!
3. Mulailah berpikir kalo kamu unik dan beda dari yang lain. Yep. Kamu unik dengan segala skill dan pengetahuanmu tentang obsesimu. Kamu tau banget soal manga terbaru yang lagi populer? Kamu pinter banget main game? Bagus, tingkatkan lagi. Jadilah orang yang tau segalanya dengan memperbanyak frekuensi baca buku dari pada kelayapan bareng temen-temenmu yang nggak jelas. Bodo amat mereka bilang kamu anti-sosial. Kamu cuma gak nyaman nongkrong bareng mereka yang berbeda minat atau hobi. Pas nulis status di media sosial atau ngomong langsung, pilihlah kosa kata ilmiah asing dari pada kosa kata biasa (yang sama sekali nggak keren). Orang lain yang gak suka kamu itu sebenernya cuma sirik dan pengen kayak kamu. Mereka cuma iri karena kamu lebih pinter dari mereka. Mereka gak suka liat kamu seneng.
4. Jadikan pandanganmu tentang hidup sebagai tolok ukur untuk menilai orang lain. Mulai sekarang, jadikan "don't judge a book by its cover" sebagai motto mu. Emang bener, kan? Persetan aja ya, ama mereka yang cuma liat kamu dari penampilan luar kamu. Gak penting banget. Yang penting inner beauty kamu. Penampilan luar mereka itu menipu. Buat apa berpenampilan bagus tapi gak punya otak? Gak ada intinya.
5. Habiskan lebih banyak waktu dengan obsesimu. Jangan berhenti buat istirahat, makan atau mandi sebelum kamu selesai main atau baca. Obsesimu yang lebih penting. Kamu bisa ngembangin bakat dari situ dan siapa tau aja suatu saat kamu bisa sehebat Steve Jobs? Kalo enggak pun, paling enggak kamu bisa mecahin rekor main-game-tak-terkalahkan mu sendiri.
6. Berbanggalah dengan keahlianmu, apapun itu. Kamu wajib berbangga kalo kamu bisa ngalahin semua musuhmu di game. Umumkan di depan temen-temenmu kalo kamu udah punya gadget terbaru. Ceritain serunya komik-komik yang pernah kamu baca (lebih afdolnya, yang lagi ngetren) ama 'grup' kamu. Mungkin kamu akan perlu membentuk sebuah komunitas pecinta game atau manga, dan penggila gadget tertentu (gak harus sih, cuman buat jaga-jaga aja kalo masih ada yang ngeraguin kekuperanmu)
7. Tetap teguh dan pertahanin obsesimu sampe kiamat! Inget. Ini yang terpenting kalo kamu ngaku fans sejati.
Selamat! Kamu resmi kuper! ;)
Friday, September 19, 2014
10 Tanda Kamu Mengidap Cinta
1. Penglihatan mulai mengabur. Kemanapun kamu ngliat, pasti
ada dia disitu. Padahal kamu tau kenyataannya, dia tinggal di sebuah tempat antah-berantah
yang nggak bisa terdeteksi oleh gps, peta, maupun kompas
2. Kamu mulai menggigil ringan akibat ke-paranoid-anmu
terhadap kehadiran sosok mirip dia yang begitu mendadak. Dimana-mana. Kapan
saja.
3. Pas liat dia jalan
menuju arahmu, perlahan-lahan kamu kehilangan keseimbangan. Kadang disertai asma
singkat yang cukup menyiksa. Kurang lebih rasanya mirip kehabisan oksigen,
gara-gara selang oksigen dicabut pas koma.
4. Mual-mual hebat begitu
bertatap muka ama dia. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi bibir pecah-pecah, sariawan, serta stroke sementara pada bagian lidah yang menyebabkannya kelu.
5. Rotasi bumi mungkin nggak begitu ngefek terhadap
perubahan moodmu, tapi suara cegukan anak kucing bisa jadi malapetaka. Kamu mau
ketenangan. Gak peduli kalo seluruh umat manusia dan hewan harus pindah ke
planet lain.
6. Kalimat pertama yang kamu ucapin pas dia nanya basa-basi
ke kamu adalah: “hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w,” yang menurut Bing Translator
artinya: hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w.
7. Senyum hangatnya adalah serangan jantung mendadak bagimu. Makin banyak gigi yang dia tunjukin,
makin besar juga peluangnya buat mengakhiri masa hidup tentram-mu di dunia yang
cukup fana ini.
8. Disisi lain kamu ngrasa bebas layaknya burung yang
terbang dalam sangkar. Disisi lain dari sisi yang lainnya, kamu nekat melakukan serangkaian tindakan
penyangkalan dengan tidak mengikuti akun twitter-nya. Bahkan dalam tindakan
yang lebih ekstrim ke-arah pemblokiran dan penggembokan akun.
9. Dengan lihai, kamu melakukan aksi pembohongan publik melalui
status-status palsu di facebook yang meyakinkan bahwa kamu seneng-seneng aja dengan duniamu
yang nggak jelas, dan berlagak seolah-olah dia cuma temen kemaren sore yang kebetulan
kamu temui di pasar loak.
10. Ujung-ujungnya, pas frekuensi tatap muka per-minggu ama
dia mulai berkurang, kamu bener-bener sekarat. Saat itulah kamu menyadari
keganasan kutukan wabah cinta, tapi terlambat. Anda sudah kami kepung.
Subscribe to:
Posts (Atom)