2. Kamu mulai menggigil ringan akibat ke-paranoid-anmu
terhadap kehadiran sosok mirip dia yang begitu mendadak. Dimana-mana. Kapan
saja.
3. Pas liat dia jalan
menuju arahmu, perlahan-lahan kamu kehilangan keseimbangan. Kadang disertai asma
singkat yang cukup menyiksa. Kurang lebih rasanya mirip kehabisan oksigen,
gara-gara selang oksigen dicabut pas koma.
4. Mual-mual hebat begitu
bertatap muka ama dia. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi bibir pecah-pecah, sariawan, serta stroke sementara pada bagian lidah yang menyebabkannya kelu.
5. Rotasi bumi mungkin nggak begitu ngefek terhadap
perubahan moodmu, tapi suara cegukan anak kucing bisa jadi malapetaka. Kamu mau
ketenangan. Gak peduli kalo seluruh umat manusia dan hewan harus pindah ke
planet lain.
6. Kalimat pertama yang kamu ucapin pas dia nanya basa-basi
ke kamu adalah: “hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w,” yang menurut Bing Translator
artinya: hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w.
7. Senyum hangatnya adalah serangan jantung mendadak bagimu. Makin banyak gigi yang dia tunjukin,
makin besar juga peluangnya buat mengakhiri masa hidup tentram-mu di dunia yang
cukup fana ini.
8. Disisi lain kamu ngrasa bebas layaknya burung yang
terbang dalam sangkar. Disisi lain dari sisi yang lainnya, kamu nekat melakukan serangkaian tindakan
penyangkalan dengan tidak mengikuti akun twitter-nya. Bahkan dalam tindakan
yang lebih ekstrim ke-arah pemblokiran dan penggembokan akun.
9. Dengan lihai, kamu melakukan aksi pembohongan publik melalui
status-status palsu di facebook yang meyakinkan bahwa kamu seneng-seneng aja dengan duniamu
yang nggak jelas, dan berlagak seolah-olah dia cuma temen kemaren sore yang kebetulan
kamu temui di pasar loak.
10. Ujung-ujungnya, pas frekuensi tatap muka per-minggu ama
dia mulai berkurang, kamu bener-bener sekarat. Saat itulah kamu menyadari
keganasan kutukan wabah cinta, tapi terlambat. Anda sudah kami kepung.
No comments:
Post a Comment