Friday, September 19, 2014

10 Tanda Kamu Mengidap Cinta

1. Penglihatan mulai mengabur. Kemanapun kamu ngliat, pasti ada dia disitu. Padahal kamu tau kenyataannya, dia tinggal di sebuah tempat antah-berantah yang nggak bisa terdeteksi oleh gps, peta, maupun kompas

2. Kamu mulai menggigil ringan akibat ke-paranoid-anmu terhadap kehadiran sosok mirip dia yang begitu mendadak. Dimana-mana. Kapan saja.

3.  Pas liat dia jalan menuju arahmu, perlahan-lahan kamu kehilangan keseimbangan. Kadang disertai asma singkat yang cukup menyiksa. Kurang lebih rasanya mirip kehabisan oksigen, gara-gara selang oksigen dicabut pas koma.

4.  Mual-mual hebat begitu bertatap muka ama dia. Pada kasus yang lebih parah, bisa terjadi bibir pecah-pecah, sariawan, serta stroke sementara pada bagian lidah yang menyebabkannya kelu.

5. Rotasi bumi mungkin nggak begitu ngefek terhadap perubahan moodmu, tapi suara cegukan anak kucing bisa jadi malapetaka. Kamu mau ketenangan. Gak peduli kalo seluruh umat manusia dan hewan harus pindah ke planet lain.

6. Kalimat pertama yang kamu ucapin pas dia nanya basa-basi ke kamu adalah: “hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w,” yang menurut Bing Translator artinya: hic2v0925%TYyubxqi!^&*nf$znk#w.

7. Senyum hangatnya adalah serangan jantung mendadak  bagimu. Makin banyak gigi yang dia tunjukin, makin besar juga peluangnya buat mengakhiri masa hidup tentram-mu di dunia yang cukup fana ini.

8. Disisi lain kamu ngrasa bebas layaknya burung yang terbang dalam sangkar. Disisi lain dari sisi yang lainnya, kamu nekat melakukan serangkaian tindakan penyangkalan dengan tidak mengikuti akun twitter-nya. Bahkan dalam tindakan yang lebih ekstrim ke-arah pemblokiran dan penggembokan akun.

9. Dengan lihai, kamu melakukan aksi pembohongan publik melalui status-status palsu di facebook yang meyakinkan bahwa kamu seneng-seneng aja dengan duniamu yang nggak jelas, dan berlagak seolah-olah dia cuma temen kemaren sore yang kebetulan kamu temui di pasar loak.

10. Ujung-ujungnya, pas frekuensi tatap muka per-minggu ama dia mulai berkurang, kamu bener-bener sekarat. Saat itulah kamu menyadari keganasan kutukan wabah cinta, tapi terlambat. Anda sudah kami kepung.

No comments:

Post a Comment